Karol Józef Wojtyla, lebih dikenal sebagai Santo Paus
Yohanes Paulus II, Paus yang terpilih di luar dari Italia. Ia lahir di
Wadowice, Polandia, pada tanggal 18 Mei 1920. Ia merupakan anak bungsu dari
tiga bersaudara. Ia dibesarkan pada saat Polandia diduduki oleh Jerman, disaat
situasi dimana kebebasan dan martabat manusia dilanggar. Pada saat dia masih
belajar di Universitas Jaggiellonian pada tahun 1939, Ia harus bekerja di
pertambangan dan kemudian bekerja di pabrik kimia Solvay agar tidak di
deportasi ke Jerman.
Penderitaan yang telah dialami oleh
Paus Yohanes Paulus II membuatnya berkomitmen untuk melawan itu dan Ia merasa
harus memberi tahu orang yang lebih muda darinya untuk tidak berperang. Komitmen
tersebut mengantarnya pada tahbisan imamat, uskup, menjadi kardinal, dan
akhirnya menjadi paus. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 1 November
1946. Ia diangkat menjadi Uskup Tituler Ombi (4 Juli 1958) dan Uskup pembantu
Krakow (28 September 1958). Lalu, tanggal 3 Januari 1964 diangkat menjadi Uskup
Agung Krakow. Tanggal 26 Juni 1967, Paus Paulus VI menjadikannya Kardinal. Ia juga mengambil
bagian pada saat Konsili Vatikan II, dimana peran Kardinal Wojtyla sangat penting
dalam rancangan Konstitusi Gaudium et Spes, ia berpartisipasi dalam pertemuan
Sinode para Uskup. 16 Oktober 1978, pada saat konklaf para Kardinal memilihnya
menjadi paus dan memilih nama Yohanes Paulus II. Ia memulai pelayanannya
sebagai pengganti Petrus ke 263 pada tanggal 22 Oktober 1978. Ia menjabat
kurang lebih 27 tahun. Ia menyerukan damai, cinta kasih, dan pengampunan ke
seluruh dunia. Ia merupakan penggagas “Hari Orang Muda Se-dunia” Ia juga
berkata “Kalian orang muda, kalian harapan Gereja, kalian harapanku” (Roma, 31
Maret 1985). Ia juga hampir ditembak oleh orang Islam dari Turki, Mehmet Ali
Agca, pada tahun 2000. Ia pun dihukum seumur hidup. Paus setelah ia pulih ia
menyampaikan pemberian maaf kepadanya dan mengunjungi Mehmet Ali di penjara dan
berbicara dengannya. Dan sejak itu Mehmet Ali sangat mengagumi Paus Yohanes
Paulus II yang pemaaf itu. Paus Yohanes Paulus II merupakan orang yang humoris.
Ia mempunyai sebuah kolam renang di rumah musim panas kepausan, bebrapa orang
mempertanyakan biaya kolam renang tersebut dan ia menjawab, “A Conclave would lost a lot more”
(pemilihan paus pasti menghabiskan lebih banyak biaya lagi). Lalu, ketika
diberi gelar “Man of the
year” oleh majalah TIME ia memberi sambutan begini, “I see that in the past you
have given this honor also to Stalin and Hitler” ia sangat tahu kekerasan yang
dilakukan oleh kedua orang tersebut karena ia juga mengalaminnya. Dia juga suka
bermain “hide and seek” bersama anak karyawan di Villa Kepausan. Saat ajal
menjemputnya dan berita resmi diumumkan , seluruh dunia terhenyak dan
kehilangan salah satu tokoh dunia. Jutaan orang datang ke basilica St. Petrus
di Vatican, termasuk pemimpin negara dan agama, untuk memberi penghormatan
terakhir. Ia bukan hanya pemimpin Gereja tetapi ia pemimpin semua orang dan
meruntuhkan tembok agama, status ekonomi, ras, dan aliran politik.
Saya melihat Paus Yohanes Paulus II sebagai sosok yang
sangat hangat dan terbuka. Ia telah mengunjungi 129 negara dan menyapa banyak
orang. Ia sangat menginspirasi saya untuk bisa memaafkan orang lain, sekalipun
orang tersebut berbuat yang tidak baik kepada saya. Dari sikapnya yang mau
berdialog dengan semua orang dan mau terbuka, Ia juga membuat saya belajar
untuk terbuka terhadap orang lain. Dan sikapnya untuk menghalangi lagi adanya
perang karena dia sudah mengalami pahit dan kelamnya masa peperangan, ia
mengajarkan untuk tidak mencelakakan orang lain. Dan satu hal yang menurut saya
paling penting yang saya ambil dari semua perbuatan Paus Yohanes Paulus II
adalah live your life maksudnya agar
mempergunakan waktu dalam hidup dengan baik dan perbuatan baik, sehingga saat
waktu Tuhan memanggil kita kelak semua orang tahu siapa kita dan semua orang
mengakui keberadaan kita.
“Freedom consists not in doing what we like but
in having the right to do what we ought”
Pope John Paul II

