H. R. Rasuna Said
Rasuna Said dilahirkan pada 14 September 1910, di
Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan keturunan bangsawan Minang. Ia menamatkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), dan
kemudian dikirimkan sang ayah untuk melanjutkan pendidikan di pesantren
Ar-Rasyidiyah. Saat itu, ia merupakan satu
- satunya santri perempuan.
Rasuna dengan dibimbing
ayahnya, menjadi lebih perhatian pada pendidikan dan kemajuan kaum wanita. Ia
setelah lulus sekolah sempat mengajar, namunia berhenti. Ia berhenti menjadi
guru karena memiliki pendangan bahwa kemajuan wanita tidak hanya di dapat
dengan mendirikan sekolah, tetapi juga dengan perjuangan politik. Perjuangan
politiknya dimulai dengan bergabung dengan beberapa organisasi. Rasuna sangat
pintar berpidato dan menulis. Pidato dan tulisannya tentang Belanda sangat
tajam. Ia pindah ke Medan dan keluar dari organisasi politiknya dan mendirikan
perguruan putrid dan membuat majalah. Setelah kemerdekaan ia tetap terlibat
dalam bidang politik dengan menjadi anggota lembaga negara.
Nah, gimana nih pahlawan kita? gila, wanita tangguh, ya, dia? masa tangguh? yakin? Ya, kalo udah sampe jadi nama jalan segala, sih, pasti tangguh dan tidak diragukan lagi kontribusinya dong! Sekarang giliran kita nih jadi penerusnya dia, siapa tau nanti nama kita jadi nama jalan juga? haha
