3 Events in 1 Week
Oke. Ada baiknya kita memulai perjalanan menelisik minggu lali ini dengan yang menyenangkan terlebih dahulu. Ya, gak menyenangkan-menyenangkan amat sih, kan dijadiin refleksi.
Ya, Namanya juga kerja ketemu berbagai masalah yunik yang tida diduga. Mulai dari harus ngebantu tim yang masih kekurangan orang, sampai ada kabar tidak menyenangkan, sampai kedatangan teman lama ke tim.
Konteks membantu tim yang kekurangan orang ini sebentulnya membantu saya lebih mengembangkan diri dan membuat saya kembali membiasakan diri untuk mewawancarai narasumber. Pertama kali diberi tugas, rasa deg-degan itu tidak hilang seharian. Detak jantung yang berdegup cepat membuat lupa perihal penting, pertanyaan narasumber.
Saat itu, saya tentu fokus untuk membriefing narsum tentang pertanyaan saya. Tapi saat kamera menyala, perekam suara berjalan, buyar sudah. Saya hanya bisa mengeluarkan pertanyaan yang ada dibenak sekenanya sambal berusaha melihat kembali catatan pertanyaan untuk narasumber yang ada di gawai saya. Saat itu saya lupa untuk mematikan fitur sleep otomatis di gawai saya.
Namun, setelah sekali wawancara berjalan, saya mulai bisa terbiasa. Meski rasa deg-degan itu tak hilang. Tetapi, saya tidak berpikir bahwa melakukan wawancara ini adalah beban, meski memang bukan job description saya. Saya haya melihat ini sebagai peluang, bahwa ke depannya, saya mungkin bisa mendapat kesempatan untuk menjalani job description yang lain. Tapi, saat ini, saya masih ingin berdinamika di pola baru dan cara kerja ini. Heu. Life changes emang.
Setelah wawancara ini, datanglah hari, dimana, teman saya bergabung dalam tim yang kurang orang ini. Ia yang sebelumnya belum pernah kerja di media bentuk ini tentu mengalami culture shock kali ya. Ya, akhirnya ia memang mendapat teguran dari atasan, tetapi saya terus meyakinkannya agar tidak menyerah. Bisa lah, belum nyesuaiin aja kali ya.
Kabar lain lagi, dateng dari bagian lain lagi. Ini minggu emang lagi temanya perubahan kali ya. Ada rumor tentang perubahan lain yang kayaknya akan ganggu flow kerja, ya untungnya diinterupsi dan gak jadi.
Tapi, kalo pun beneran ada perubahan, ya gak apa-apa. Life change, people change. Work flow change. WKWKWKW.
Oke penutupnya harus rada rapihan kali ya, ini mah curhat nanggung aja. Dalam hidup, memang adaptasi itu tak terhindarkan sifatnya. Kita gak bisa seenaknya memilih, “aku gak suka”, lalu pindah gitu aja. Tapi, ada sistem yang lebih besar yang sudah berjalan. Kita lah yang harus beradaptasi, bukan sistem besar itu yang mengikuti mau kita. Egois itu namanya. Ada baiknya kita melihat situasi yang lebih besar dahulu, baru kita melihat keadaan diri kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar